Showing posts with label Artikel Islami. Show all posts
Showing posts with label Artikel Islami. Show all posts
Kajian Islam "Hukum Islam"

Kajian Islam "Hukum Islam"

https://docs.google.com/document/d/1mKblqKQPnewmJiCMh6Gtc_w0yMu4Z3gzeQO236EN51Y/edit?usp=sharing

Kajian Islam : Hukum Islam

Kajian Islam : Hukum Islam

Hukum Islam

Assalaamu’alaikum Warahmatullaahi wabarokaatuh
Semoga kita senantiasa dalam lindungan Allah, aamiin.
Hukum adalah menetapkan suatu perkara pada perkara yang lain dan mentiadakan suatu perkara dari perkara yang lain. Dalam islam, hukum dibagi menjadi 3, yaitu :
1.      Hukum Syara
Hukum syara adalah menetapkan suatu perkara pada perkara yang lain dan mentiadakan suatu perkara dari perkara yang lain dengan melalui penetapan yang menetapkannya, yaitu Allah dan sunnah Rasul yang berhubungan dengan pekerjaan mukalaf. Mukalaf adalah orang yang baligh dan mempunyai akal. Misalnya dalam Al Qur’an Allah berfirman “Dirikanlah Shalat!”, maka secara otomatis Allah memerintahkan mukalaf untuk melaksanakan shalat. Sumber hukum syara adalah :
a.       Firman Allah;
b.      Sunnah Rasul;
c.       Ijtihad;
d.      Qiyas.
2.      Hukum Akal
Hukum akal adalah menetapkan suatu perkara pada perkara yang lain dan mentiadakan suatu perkara dari perkara yang lain melalui penetapan secara akal Goriji (akal manusia yang selalu tertuju kepada Allah). Misalnya kita membakar sesuatu atas izin Allah maka itu dapat terbakar. Sumber hukum akal adalah akal goriji (akal manusia yang selalu tertuju kepada Allah).
3.      Hukum Adat
Hukum akal adalah menetapkan suatu perkara pada perkara yang lain dan mentiadakan suatu perkara dari perkara yang lain melalui penetapan dari suatu kebiasaan yang sering terjadi. Misalnya api dapat membakar kertas. Maka memang secara syariat api dapat membakar kertas atau apapun.
Demikianlah yang dapat saya sampaikan. Mohon maaf apabila terdapat banyak kesalahan.

Wassalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarokaatuh.
Kajian Islam : Keutamaan Para Salaf

Kajian Islam : Keutamaan Para Salaf

Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarokaatuh
Semoga kita senantiasa dalam lindungan Allah, aamiin.
Para sahabat terdahulu (Salaf) sangat berhati-hati dalam mengambil keputusan. Apapun persoalan yang mereka bicarakan, harus menanyakannya kepada Rasulullah saw. Salah satunya adalah mengenai hadits Rasulullah mengenai Ruqyah. Dalam suatu hadits, nabi Muhammad mengatakan bahwa tidak diruqyah kecuali orang yang kena sihir, panas, dan jin. Dalam hadits yang lain, nabi Muhammad bersabda bahwa ada 70.000 ummat yang masuk surga tanpa hisab dan tanpa adzab, yaitu :
1.      Mereka yang tidak diruqyah;
2.      Mereka yang tidak mengobati dengan menempelkan besi panas (berobat dengan api);
3.       Mereka yang tidak menisbatkan sesuatu sebagai kesialan (tatoyyur), misalnya : menganggap suara burung tertentu sebagai tanda ada yang mati;
4.      Hanya kepada Allah lah mereka bertawakkal.
Dalam keterangan ini, dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan tidak diruqyah adalah tidak diruqyah dengan ruqyah yang tidak syar’i (tidak dengan ayat Al Qur’an).
Keutamaan para Salaf diantaranya adalah :
1.      Ketika belum tahu, para sahabat langsung menanyakannya kepada Rasulullah saw;
2.      Sangat berantusias dalam keikhlasan, menjauhi kemusyrikan;
3.      Berusaha mencari hujjah yang kuat;
4.      Menyampaikan dalil dengan lemah lembut penuh hikmah.
Allaahumma solli ‘alaa sayyidinaa Muhammad, wa’alaa ‘aalii sayyidinaa Muhammad.
 Demikian kajian islam yang dapat saya sampaikan. Terima kaksih atas perhatian saudara. Semoga kita selamanya selalu istiqamah dalam kebaikan, aamiin. Mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Wallaahu alam bisshawab.

Wassalaamu’alaikum warahmatullaaahi wabarokaatuh.

<script>
  (function(i,s,o,g,r,a,m){i['GoogleAnalyticsObject']=r;i[r]=i[r]||function(){
  (i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o),
  m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m)
  })(window,document,'script','//www.google-analytics.com/analytics.js','ga');

  ga('create', 'UA-75413929-1', 'auto');
  ga('send', 'pageview');

</script>
<?php include_once("analyticstracking.php") ?>
<!-- Google Tag Manager -->
<noscript><iframe src="//www.googletagmanager.com/ns.html?id=GTM-KTJDCF"
height="0" width="0" style="display:none;visibility:hidden"></iframe></noscript>
<script>(function(w,d,s,l,i){w[l]=w[l]||[];w[l].push({'gtm.start':
new Date().getTime(),event:'gtm.js'});var f=d.getElementsByTagName(s)[0],
j=d.createElement(s),dl=l!='dataLayer'?'&l='+l:'';j.async=true;j.src=
'//www.googletagmanager.com/gtm.js?id='+i+dl;f.parentNode.insertBefore(j,f);
})(window,document,'script','dataLayer','GTM-KTJDCF');</script>
<!-- End Google Tag Manager -->
Makna Penjelasan Kalimat Tauhid 2

Makna Penjelasan Kalimat Tauhid 2

Assalaamu’alaikum Warahmatullah
Puji dan syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah yang telah memberikan rahmat dan hidayahNya sehingga kita dapat berjumpa lagi dalam kajian Islam serta telah memberikan nikmat, terutama nikmat iman, islam, sehat Wal Afiat. Semoga kita senantiasa tetap dalam lindunganNya, aamiin. Solawat beserta salam semoga tercurah limpahkan kepada junjunan Alam, habibana wanabiyyana Muhammad sollalloohu ‘alaihi wasallam, kepada keluarganya, sahabatnya, tabiin tabiatnya, sampai kepada kita selaku ummatnya. Mudah-mudahan kita mendapat syafaat dari beliau di Yaumal Akhir,aamiin.
Kembali menyambung tentang kajian mengenai penjelasan kalimat tauhid. Dalam Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 165, Allah berfirman :
165.  Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu[106] mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).
[106]  yang dimaksud dengan orang yang zalim di sini ialah orang-orang yang menyembah selain Allah.
Inti dari ayat ini adalah bahwa seseorang telah menyekutukan Allah apabila mencintai sesuatu sama dengan atau lebih dari mencintai kepada Allah. Sebagai contohnya adalah seseorang memiliki istri yang sangat cantik. Suatu hari dia sakit keras dan tak kunjung sembuh. Seseorang memberitahu bahwa dengan berobat kepada dukun bernama Fulan akan sembuh dengan membawa persyaratan tertentu. Karena saking cintanya kepada sang istri, suami pun melakukannya.
Allah secara tegas menjelaskan tentang hukum bagi orang yang mencintai sesuatu sama dengan atau lebih dari mencintai kepada Allah dalam surat At Taubah ayat 24.
24.  Katakanlah: "Jika bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNya dan dari berjihad di jalan nya, Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan Keputusan NYA". dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.
Hikmah dari Surat Al Baqarah ayat 165 dan surat At Taubah ayat 24 adalah :
1.      Mengesakan Allah dalam kecintaan;
2.      Musyrik adalah suatu kedzoliman yang sangat besar;
3.      Ancaman bagi orang musyrik adalah ketika di akhirat kelak, na’udzubillah.
Semoga kita selalu dalam lindungan Allah dan terhindar dari apa yang dilarang Allah, aamiin.
Demikian yang dapat saya sampaikan, terima kasih atas segala perhatian dan mohon maaf atas segala kekurangan.

Wassalaamu’alaikum Warohmatullah.
Makna Penjelasan Kalimat Tauhid

Makna Penjelasan Kalimat Tauhid

Assalamu’alaykum Warahmatullaahi wabarokaatuh
Sahabat bagaimana kabarnya hari ini ? Semoga kita selalu mendapat rahmat Allah dalam menjalani kehidupan ini,aamiin.
Pada kesempatan ini, saya akan sedikit menyambung lidah tentang apa yang disampaikan oleh seorang Ustadz didalam suatu Majelis.
Tema pada kajian ini adalah tentang Aqidah Islam
Allah berfirman :
31.  Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah[639] dan (juga mereka mempertuhankan) Al masih putera Maryam, padahal mereka Hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
[639]  Maksudnya: mereka mematuhi ajaran-ajaran orang-orang alim dan rahib-rahib mereka dengan membabi buta, biarpun orang-orang alim dan rahib-rahib itu menyuruh membuat maksiat atau mengharamkan yang halal.
Dalam ayat ini dijelaskan bahwa Yahudi dan Nasrani mempertuhankan rahib dan seorang yang alim diantara mereka dan Isa Almasih. Dalam hal ini, mereka mentaati apa yang dikatakan dan dilaksanakan oleh rahibnya walaupun menghalalkan apa yang diharamkan oleh Allah dan mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. Sebagai contoh, Allah secara tegas menyampaikan dalam Al Qur’an bahwa Khamar (makanan dan minuman yang memabukkan) adalah haram. Tapi mereka menghalalkan makanan dan minuman tersebut. Maka secara langsung orang yang membuat aturan itu mengaku bahwa dia Tuhan (mengubah aturan Allah) dan menyekutukan Allah  padahal Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. Namun, berbeda dari kasus tersebut, misalkan ada seorang pemuda Islam yang meminum Khamar. Diat tahu bahwa Khamar itu haram. Namun, karena godaan syetan dan hawa nafsu, dia berani meminumnya. Dia tidak murtad dan musyrik. Dia tetap Islam namun dia mendapat dosa yang besar.
Allah berfirman barang siapa yang mengikuti kelakuan Yahudi dan Nasrani, maka mereka termasuk golongan tersebut. Salah satunya adalah berpesta dalam menyambut tahun baru Masehi. Mereka berbondong-bondong menuju suatu tempat untuk merayakannya, membeli terompet, kembang api, dan lain-lain. Hal tersebut tidak boleh dilakukan karena hal tersebut mengikuti kebiasaan Yahudi dan Nasrani dan juga secara tidak langsung juga berperilaku Isrof (berlebih-lebihan).
Kesimpulan yang dapat diambil dari penjelasan diatas adalah :
1.      Makna tauhid adalah secara umum adalah taat kepada hukum Allah;
2.      Tertolak faham-faham dari Yahudi dan Nasrani didalam kehidupan sehari-hari.
Mudah-mudahan kita termasuk orang yang dijaga Allah dari hal-hal tersebut. Semoga kita menjadi insan yang selalu bertaqwa kepada Allah dan menjadi seorang muslim yang sejati, aamiin.
Demikian yang dapat saya sampaikan. Terima kasih atas segala perhatian. Mohon maaf apabila ada kesalahan-kesalahan.
Wassalaamu’alaykum Warahmatullaahi wabarokaatuh.


3 AMANAT DAN 2 PUSAKA NABI MUHAMMAD SAW

3 AMANAT DAN 2 PUSAKA NABI MUHAMMAD SAW

3 AMANAT NABI MUHAMMAD SAW
sebagaimana kita tahu bahwa Rasulullah SAW meninggal pada tanggal 12 Rabiul Awal 632 M. Sebelum Nabi Muhammad SAW wafat, beliau memberikan 3 amanat. amanat yang pertama, UMMATI, UMMATI, UMMATI, yang artinya ummatku, ummatku, ummatku. Rasulullah saking cinta kepada umatnya sampai nama ummatnya disebut 3 kali dalam amanatnya. yang kedua ASSHALAH, ASSHALAH, ASSHALAH, yang artinya shalat, shalat, shalat. shalat yang dimaksud Nabi adalah Shalat 5 waktu yang biasa dilakukan dan ditambah dengan amalan shalat sunnah seperti witir, duha, tahajud, tahiyatal masjid, dan lain-lain. yang ketiga ANNISA, ANNISA, ANNISA, yang artinya wanita, wanita, wanita. Rasulullah menitipkan wanita sebagai perhiasan yang perlu dijaga oleh kaum laki-laki. Betapa dulu wanita hanya dijadikan budak nafsu saja, maka Rasulullah mengangkat derajat wanita 3 kali lebih tinggi dibanding laki-laki. suatu saat sohabat bertanya kepada Rasulullah "Ya Rasulullah, kepada siapa aku harus hormat ?" Rasulullah menjawab "Ummuka, Kepada Ibumu." "lalu kepada siapa lagi Rosulullah ?" Rasulullah menjawab "Ummuka, Kepada Ibumu." "lalu kepada siapa lagi ya Rasulullah ?" Rasulullah menjawab "Ummuka, Kepada Ibumu." lalu "lalu kepada siapa lagi ya Rasulullah ?" Rasul menjawab "kemudian kepada ayahmu."
sebelum wafat, Nabi Pun menitipkan dua pusaka yang apabila kita sebagai ummatnya berpegang teguh pada 2 pusaka tersebut, Insya Allah selamat dunia akhirat. yang pertama adalah Al-Qur'an dan yang kedua Assunnah

Islamic Building

dalam ajaran Islam, sering sekali kita menyepelekan apa yang dilarang Allah. padahal dalam A-Qur'an sudah dijelaskan bahwa walaupun dosa sebesar dzarrahpun, Allah akan perlihatkan balasannya, Subhanallah. untuk kita renungkan kali ini bahwa dosa sekecil apapun, Allah akan membalasnya di hari akhir.
oleh karena itu, marilah kita bangun keislaman kita dengan sungguh-sungguh supaya kita menjadi orang yang beruntung, dan mendapat rahmat dari Allah SWT