Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts
SENJA DIUJUNG SAMUDRA

SENJA DIUJUNG SAMUDRA

SENJA DIUJUNG SAMUDRA

Karya : Shanazu

Seandainya aku lahir lebih awal
Mungkin aku bisa menemukan senja diujung samudra
Melewati sore dengan secangkir cinta
Menjelajah pesisir mengayuh sepeda
Bercanda tawa penuh kasih mesra
dan mungkin sore kita terasa lebih istimewa


Kalau senja itu masih ada
dan masih dengan warnanya yang jingga
Mugkin kapal laut akan berhenti berlayar
Bendera peringatan tak lagi berkibar
dan kelelawar kecil akan berhenti bersuar


Engkau mempesona namun sayang hanya seketika
Langit telah menemukan jingga
Sunyi telah kembali kepelupuk mata
Bayangan kembali pada dunia nyata



Musikalisasi Puisi : Dusta Diantara Kita

Musikalisasi Puisi : Dusta Diantara Kita

DUSTA DIANTARA CINTA


Intro : G C D G Em Am D
G                     C         D                                 G
Tak sempat ku menata, tak sempat berkata-kata
Em                               Am                  D                     G
Aku bagaikan patung tak bersuara di sudut layung senja
G         C         D                     G
Tertati mimpi meraih sebuah ilusi
Em                   Am                  D
Menjerit dalam hati ini mengetahui rasa yang telah pergi
Bridge :
C                     D
Walau sampai mati ini
C                                 D
Ku kan menunggu kau kembali
Reff
G                     C                     D                                 G
Disaat ada dalam kesenangan disaat itu pula ada kesepian
Em                   Am                  D                     G
Menciptakan perasaan kalbu hingga bayangan semu
G                     C                                 D                     G
Cobalah dikira apa itu cinta yang hanya sebatas kata kata
Em                   Am
Ataukah hanya sebatas dusta
D                                 G
Sungguh rekayasa cinta tertata
Intro :
Kemanakah jalan mencari lindungan
Ketika tubuh kuyup dan pintu tertutup
Kemanakah berlari mencari api
Ketika bara hati padam tak berarti
Kemanakah pergi ?
Kemanakah pergi ?
Selain mencuci diri
Menjauhi keegoisan cinta pria tak bermakna
Yang hanya mencucurkan dusta diantara cinta
Back to bridge
Back to reff
G                     C                                 D                     G
Cobalah dikira apa itu cinta yang hanya sebatas kata kata
Em                   Am
Ataukah hanya sebatas dusta
D                                 G
Sungguh rekayasa cinta tertata

Intro : G C D G Em Am D G
Puisi "Pelabuhan Harapan"

Puisi "Pelabuhan Harapan"

PELABUHAN HARAPAN
Karya  : Fani Elvira Meitri

Bagai perahu yang terombang-ambing
Kejamnya ombak di lautan
Kesana kemari tanpa adanya tujuan
Meski gelombang menghadang
Meski kadang perahu menerjang karang
Hingga sisakan sebuah retakan
Yang takkan pernah hilang

                        Ingin rasanya singgah di suatu pelabuhan
                        Namun semua itu hanyalah sebuah angan
                        Angan yang selalu menjauh pergi
                        Meninggalkan semua goresan sepi

Hingga kutemukan setitik cahaya
Cahaya yang terpancar dari tepian harapan
Cahaya ketenangan
Cahaya kedamaian
Izinkanlah aku untuk menepi dan melabuhkan perahu ini
Hidup tenang, sampai akhir nanti













Contoh Puisi "Pagi"

PAGI
Karya  : Tulus Ramdhani

Setitik berlian membasahi dedaunan
Berkilauan diterpa sinar emas sang raja siang
Menghanyutkan hati membasahi jiwa
Tenggelam dalam indahnya pagi

Burung-burung riang bernyanyi
Menari-nari kesana kemari
Seakan bahagia menyambut hari
Menyambut indahnya pagi

Nyiur-nyiur melambai-lambai
Laksana tangan yang hijau merona
Memanggil-manggil sang mentari
Mentari pagi

Oh Pagi
Ijinkanlah usiaku menyambutmu
Ijinkanlah orang menikmatimu
Ijinkanlah semuanya larut kedalammu
Dalam keindahan dan ketentramanmu

Oh pagi
Jadilah engkau sebagai mahkota hari
Sebagai awal sebuah kebahagiaan
Sebagai pengingat diri
Kepada Tuhan yang maha menciptakan